Semut Manis suka merenung sendiri, di ladang jagung Pak
Mamat. Ketika teman-teman asyik bekerja,
Semut Manis masih suka duduk-duduk. “Aku lelah,”katanya beralasan.
Padahal sebenarnya Semut Manis sedang sibuk berkhayal menjadi
putri semut yang sedang naik kuda bersama pangeran Semut Rang-Rang yang gagah.
Kuda yang putih bersih dengan bulu-bulu halus. Dan sang pangeran membawa semut
manis keliling ladang pertanian Pak Mamat nan amat luas.
Semut Manis tidak lupa menyimpan tersimpan segumpal gula-gula buatan mami Semut,
sebagai bekal. Sambil bercakap-cakap dengan pangeran, Semut Manis menikmati
pemandangan indah dan menyecap gula-gula.
Angin di ladang Pak Mamat berhembus perlahan –lahan semakin
menghanyutkan Semut Manis dalam buaian lamunan.
Semut Manis dan pangeran berjalan kian jauh keluar dari area
ladang Pak Mamat.
“Pangeran, kamu hendak membawaku kemana ?”tanya Semut Manis.
“Maukah kau mampir ke istanaku, Putri Semut?”
“Oh, tentu jauh sekali ya ?”
“Memang jauh, tetapi kuda putihku akan berlari dengan
kencang dan membawa kita segera sampai ke istana,”
“Hemmm. Menyenangkan sekali,”
“Pegangan erat-erat, Putri. Kudanya akan lari kencang,”
Ups! Belum selesai pangeran berkata, Semut Manis sudah
terhentak-hentak di atas kuda yang lari amat kencang. Menjelajah hutan.
Menuruni bukit dengan jalan berliku. Woww. Semut Manis tak henti-hentinya
berteriak kegirangan.
“Sebentar lagi kita akan melewati danau, Putri,”teriak
pangeran.
Kuda putih meringkik nyaring saat Pangeran menarik tali
kekang dan melaju lagi menyusuri hutan di sore hari yang cerah. Tak lama
kemudian Semut Manis dan Pangeran telah sampai di tepi danau yang airnya hijau
tenang. Beberapa penghuni hutan, terlihat sedang beristirahat meminum air
danau. Ada sekumpulan angsa, ibu kambing bersama anak-anaknya dan sekelompok
keledai terlihat rukun menikmati danau yang sejuk.
“Lihat, bukankah ini sebuah pemandangan yang indah
Putri?”kata pangeran.
Kuda putih pun berhenti perlahan. Semut Manis dan pangeran
pun turun untuk memberi kesempatan kuda
putih minum air danau.
“Sebentar lagi, kita akan sampai ke istanaku. Ibu dapur
tentu sudah menyiapkan makan malam yang nikmat. Ayam bakar kecap gurih dan
minuman jahe yang hangat,” ujar Pangeran.
Tak lama Semut Manis dan Pangeran sudah kembali meneruskan
perjalanan. Tetapi kali ini jalanan hutan di tepi danau terlalu sempit buat
kuda putih. Ada kerikil kecil yang membuat kuda putih tidak nyaman berlari.
Dan.. suatu ketika kaki kuda putih tergelincir sehingga
Semut Manis dan Pangeran terpelanting jatuh terguling-guling ke danau.
Semut Manis ketakutan bukan main. Ups, Semut Manis tidak
bisa berenang! “Toloooong.. !!!!”teriak Semut Manis sambil memejamkan mata.
Dan tiba-tiba saja saat membuka mata, barulah Semut Manis
menyadari, apa yang terjadi. Semut Manis mendapati dirinya terjatuh di bawah
rerumputan yang mulai basah oleh rintik air hujan. Aih..,ternyata cuma mimpi.
Rupanya Semut Manis tadi melamun hingga terlelap dalam alam
mimpi, dan terbangun oleh air hujan deras dari langit.
Secepat kilat Semut
Manis langsung berlari menuju rumah.
“Semut Manis…, tadi kami sudah mencarimu kemana-mana.
Rupanya sekarang kamu suka main hujan-hujanan ya ?” sapa Mami Semut saat
melihat semut Manis basah kuyup oleh air hujan.
Semut Manis hanya tertegun sebentar saat disapa Mami Semut. Tanpa banyak kata, Semut Manis langsung berlari
ke kamar mandi mengguyurkan air untuk membersihkan tubuhnya.
“Brrr… dingin.. Untung yah, tadi enggak ketahuan kalau aku
ketiduran di ladang Pak Mamat. Hmmm,”batin Semut Manis.
