Kamis, 19 Desember 2013

Semut Manis



Semut Manis suka merenung sendiri, di ladang jagung Pak Mamat.  Ketika teman-teman asyik bekerja, Semut Manis masih suka duduk-duduk. “Aku lelah,”katanya beralasan. 


Padahal sebenarnya Semut Manis sedang sibuk berkhayal menjadi putri semut yang sedang naik kuda bersama pangeran Semut Rang-Rang yang gagah. Kuda yang putih bersih dengan bulu-bulu halus. Dan sang pangeran membawa semut manis keliling ladang pertanian Pak Mamat nan amat luas. 


Semut Manis tidak lupa menyimpan  tersimpan segumpal gula-gula buatan mami Semut, sebagai bekal. Sambil bercakap-cakap dengan pangeran, Semut Manis menikmati pemandangan indah dan menyecap gula-gula.


Angin di ladang Pak Mamat berhembus perlahan –lahan semakin menghanyutkan Semut Manis dalam buaian lamunan.


Semut Manis dan pangeran berjalan kian jauh keluar dari area ladang Pak Mamat.


“Pangeran, kamu hendak membawaku kemana ?”tanya Semut Manis. 


“Maukah kau mampir ke istanaku, Putri Semut?”


“Oh, tentu jauh sekali ya ?”


“Memang jauh, tetapi kuda putihku akan berlari dengan kencang dan membawa kita segera sampai ke istana,”


“Hemmm. Menyenangkan sekali,”


“Pegangan erat-erat, Putri. Kudanya akan lari kencang,”


Ups! Belum selesai pangeran berkata, Semut Manis sudah terhentak-hentak di atas kuda yang lari amat kencang. Menjelajah hutan. Menuruni bukit dengan jalan berliku. Woww. Semut Manis tak henti-hentinya berteriak kegirangan.


“Sebentar lagi kita akan melewati danau, Putri,”teriak pangeran.


Kuda putih meringkik nyaring saat Pangeran menarik tali kekang dan melaju lagi menyusuri hutan di sore hari yang cerah. Tak lama kemudian Semut Manis dan Pangeran telah sampai di tepi danau yang airnya hijau tenang. Beberapa penghuni hutan, terlihat sedang beristirahat meminum air danau. Ada sekumpulan angsa, ibu kambing bersama anak-anaknya dan sekelompok keledai terlihat rukun menikmati danau yang sejuk.


“Lihat, bukankah ini sebuah pemandangan yang indah Putri?”kata pangeran.


Kuda putih pun berhenti perlahan. Semut Manis dan pangeran pun turun untuk memberi kesempatan  kuda putih minum air danau.


“Sebentar lagi, kita akan sampai ke istanaku. Ibu dapur tentu sudah menyiapkan makan malam yang nikmat. Ayam bakar kecap gurih dan minuman jahe yang hangat,” ujar Pangeran.


Tak lama Semut Manis dan Pangeran sudah kembali meneruskan perjalanan. Tetapi kali ini jalanan hutan di tepi danau terlalu sempit buat kuda putih. Ada kerikil kecil yang membuat kuda putih tidak nyaman berlari.

Dan.. suatu ketika kaki kuda putih tergelincir sehingga Semut Manis dan Pangeran terpelanting jatuh terguling-guling ke danau.


                                                               
Dok. Istimewa

Semut Manis ketakutan bukan main. Ups, Semut Manis tidak bisa berenang! “Toloooong.. !!!!”teriak Semut Manis sambil memejamkan mata.


Dan tiba-tiba saja saat membuka mata, barulah Semut Manis menyadari, apa yang terjadi. Semut Manis mendapati dirinya terjatuh di bawah rerumputan yang mulai basah oleh rintik air hujan. Aih..,ternyata cuma mimpi.


Rupanya Semut Manis tadi melamun hingga terlelap dalam alam mimpi, dan terbangun oleh air hujan deras dari langit.


Secepat kilat Semut Manis langsung berlari menuju rumah.


“Semut Manis…, tadi kami sudah mencarimu kemana-mana. Rupanya sekarang kamu suka main hujan-hujanan ya ?” sapa Mami Semut saat melihat semut Manis basah kuyup oleh air hujan. 


Semut Manis hanya tertegun sebentar saat disapa Mami Semut.  Tanpa banyak kata, Semut Manis langsung berlari ke kamar mandi mengguyurkan air untuk membersihkan tubuhnya.


“Brrr… dingin.. Untung yah, tadi enggak ketahuan kalau aku ketiduran di ladang Pak Mamat. Hmmm,”batin Semut Manis.